Biografi Kusbini


Koesbini atau lebih dikenal dengan ejaan baru Kusbini adalah salah seorang komponis Indonesia.
Beliau adalah pencipta lagu wajib nasional yang dikenal  luas oleh masyarakat Indonesia. Data pribadinya sebagai berikut :

N a m a                 :  Raden  Koesbini
Tempat/Tgl. Lahir             :  Mojokerto, Jawa Timur, 1 Januari 1910.
Meninggal dunia              :  28 Februari 1991, di Yogyakarta.
Pendidikan         :   HIS di Jombang, Jawa Timur.
                                    Sekolah Dagang di Surabaya, Jawa Timur.

Karier / Pekerjaan           :  Musisi, penyanyi , komponis, dan penulis buku.
                                                   Bekerja di P dan K mengurusi musik.
Pemain film “Jantung Hati” dan film “Air Mata Ibu”  ( 1941 ).
Bekerja di Radio Militer Hooso Kanri Kyoku dan Pusat Kebudayaan Jepang di bidang musik.

   

           
Buah Karya Lagu
 1.  Bagimu Negeri
 2.  Cinta Tanah Air
 3.  Merdeka
 4.  Pembangunan
 5.  Salam Merdeka
 6.  Keroncong Purbakala
 7.  Pamulatsih
 8.  Bintang Senja Kala
 9.  Keroncong Sarinande
10. Keroncong Moresko
11. Dwi Tunggal
12. Ngumandang Kenang            
               

Buku yang ditulis beliau :
1. Kumpulan lagu - lagu keroncong Indonesia
2. Sejarah seni musik keroncong Indonesia
3. Diktat gitar
4. Diktat vokal
5. Teori musik
6. Diktat viol
7. Pelajaran bas

Penghargaan :
1. Pembina Musik Keroncong Indonesia (P dan K tahun 1972)
2. Medali Arati Bayangkara (dari Korwil II, tahun 1976)

Keluarga dan lainnya :
Raden Kusbini memiliki seorang isteri yakni Alm.Ngadiyem dan dikaruniai 11 anak.
Semasa kecil beliau sekolah di HIS Jombang kemudian melanjutkan ke Sekolah Dagang  di Surabaya. Beliau ke Surabaya mengikuti kakaknya yang adalah anggota sebuah orkes. 
Beliau belajar musik secara autodidak dan kakaknya Kusbandi seringkali membimbing beliau dalam hal musik. Namun ketika berumur 17 tahun barulah  beliau mengikuti pendidikan musik umum di sekolah musik “Apollo”.
Pada gilirannya beliau pun bergabung  dalam grup musik keroncong Jong Indische Stryken Tokkel Orkest (JISTO) bersama kakaknya yang sudah lebih dulu menjadi anggota. Dari sinilah kemampuan beliau dalam mencipta lagu mulai terasah.
Sementara itu  setelah lulus dari sekolah dagang beliau tidak punya keinginan untuk menjadi pegawai negeri atau bekerja di sebuah perusahaan dagang. Cita-citanya ingin menjadi  musisi.
Seiring waktu berjalan beliau menjadi  lebih matang dalam mencipta lagu, dan lagu perdana yang beliau ciptakan adalah “Keroncong Purbakala”.
Pada tahun 1954 beliau mendirikan SMINDO  (Sekolah Musik Indonesia Yogyakarta milik Pemerintah  yang kemudian menjadi AMI dan ISI Yogyakarta). Selain itu, beliau  mendirikan SOSI (Sekolah Olah Seni Indonesia) yang sekarang diasuh dan diteruskan oleh anak-anaknya.

Beliau menciptakan lagu wajib yang sangat terkenal  yakni “Bagimu Negeri” diciptakan pada tahun 1942. Lagu ini diciptakan bermula dari pertemuan beliau dengan Bung Karno.  Ketika itu Bung Karno bertanya pada beliau mengenai gagasan menciptakan lagu perjuangan. Saat itu juga beliau menyetujui untuk membuat lagu perjuangan.
Raden Kusbini  bukan musisi sembarangan, beliau adalah seniman keroncong yang namanya sudah terkenal  sebelum Indonesia merdeka. Beliau dekat dengan Bung  Karno. Beberapa kali Bung Karno menemuinya secara khusus. Ada kalanya bicara serius, kadang-kadang sekadar berbincang ringan.
Pernah suatu ketika, Bung Karno ingin “menguji” ketetapan hati Kusbini sebagai musisi. Saat itu Bung Karno belum menjadi presiden  bertanya  kepada Kusbini mengapa memilih menggeluti musik keroncong. Yang ditanya menjawab cepat dan mantap, “Karena keroncong memang telah menjadi bagian hidup saya.”
Sejak pertemuan itu, Bung Karno menjulukinya "Buaya Keroncong".

Lagu Bagimu Negeri,   sebelum dikumandangkan secara resmi, lagunya itu mengalami perubahan syair beberapa kali kemudian Ibu Sud menyanyikannya untuk pertama kali melalui Hoso Kanri Kyoku.
Pada tahun 1978 Raden Kusbini digugat oleh J. Semadi yang mengaku sebagai pencipta lagu “Padamu Negeri “,  saat itu beliau dituduh membajak. Perkara ini sempat menimbulkan suasana rumit di pengadilan, namun akhirnya dimenangkan oleh  beliau.

Perjalanan hidup Raden Kusbini akhirnya berakhir, beliau meninggal dunia pada tanggal 28 Februari 1991, di Yogyakarta.



Sumber :
Dari berbagai sumber.

Belum ada Komentar untuk "Biografi Kusbini"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel