Not Angka Lagu Tawar Sadenge

Not angka lagu Tawar Sadenge dan chord lagu Tawar Sadenge yang diposting di sini. Selain itu ada audio/video lagu tersebut untuk mendengar melodi lagunya.

Lagu Tawar Sadenge adalah lagu dari daerah Aceh yang diciptakan oleh Alm. Abu Moese Azhari  atau lebih dikenal dengan sebutan A.R. Moese. Lagu ini merupakan lagu wajib bagi orang Gayo setelah lagu Indonesia Raya. Jika ada acara resmi yang berhubungan dengan pejabat / pemerintah biasanya mereka menyanyi lagu Indonesia Raya setelah itu baru lagu Tawar Sadenge.

Lagu Tawar Sadenge menceritakan tentang kekayaan tanah Gayo dan keinginan mereka serta rasa syukur mereka kepada Yang Mahakuasa yang telah memberikan kekayaan alam.
Baiklah kita lihat not angka lagu tersebut.

Klik gambarnya untuk memperbesar.


not angka tawar sadenge


Jika ingin mendengar melodi lagu Tawar Sadenge, silakan putar audio/video di bawah ini.




Di dalam video ada notasi balok dan notasi angka. Bagi anda yang ingin belajar not balok tinggal lihat not balok di atas, not balok dalam nada dasar C.

Selain lagu Tawar Sadenge,  Aceh memiliki lagu yang terkenal lain di antaranya Bungong Jeumpa, Aceh Lon Sayang dan Jambo-Jambo. Sebenarnya masih ada lagi beberapa lagu Aceh yang terkenal, namun saya tidak memiliki partitur not angkanya.

Jika anda menginginkan partitur lagu Tawar Sadenge, silakan tulis pada formulir kontak. Saya akan kirim melalui email secepatnya.
Semoga postingan ini bermanfaat.




NB:
Jika link ( tautan ) berwarna biru tidak aktif, tolong beri tahu di kotak komentar. Terima kasih.
updated Agustus 2020


postingan ini untuk memperbaiki masalah Crawling di google. Katanya bisa teratasi dengan cara di-update. 

Abu Moese Azhari atau lebih dikenal sebagai AR Moese (lahir di Kota Takengon, Aceh, 29 Mei 1940 – meninggal di Belang Mersa, Takengon, 26 Agustus 2007 pada umur 67 tahun) adalah seorang tokoh musik Aceh. Abu Moese Azhari merupakan pesiunan pegawai negeri sipil (PNS) dengan jabatan terakhir Kasi Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah, sempat mendirikan kursus musik di Aceh Tengah. 

Postingan ini bersumber dari Wikipedia.


Moese pertama sekali menciptakan lagu berjudul “Renggali” pada 1954. Lagu ini demikian populernya, sampai-sampai dibawakan oleh penari Seudati Kontingen Aceh pada Pekan Kebudayaan III.
Pendidikan musik modern ini diperolehnya dari Sekolah Musik di Yogyakarta, pada periode tahun 1958-1961 dan dari jurusan Seni Musik IKIP Rawamangun Jakarta.

Semoga ada penerus beliau.

AR Moese adalah orang yang berada di balik pencapaian kemajauan seni musik di Gayo, Aceh Tengah. Melalui kemampuannya yang luar biasa, Moese menggubah sastra didong menjadi karya musik modern dengan tetap mempertahankan kekayaan melodi Gayo. Berkat “sentuhan tangan” Moese lah, hingga karya-karya seni didong - jenis kesenian tradisional yang menyampaikan puisi-puisi Gayo dengan cara mendendangkannya dalam iringan tepukan tangan dan kanvas ukuran kecil sebagai rythem,bisa dimainkan dalam format musik modern.

Postingan ini merupakan biografi dari beliau. 

Karya-karya gubahan tersebut antara lain Perueren, Jempung (Cipt Ceh Daman), Tampok Pinang (Ceh Sali Gobal), Pegasing (Ceh Lakiki), Takengen (Arika ), Batil, Tingkis, Geremukunah, Lut Tenelen (Ibhrahim Kadir) dan lain-lain.

Selain melahirkan karya gubahan, Moese juga melahirkan serangkaian karya orisinal yang sampai sekarang masih tetap dihafal dengan baik oleh generasi penerus musik di Gayo, seperti; Tangke Nate, Garipo, Lane, Merbuk (bersama Sebi), Macik, Renem Jejem (khusus lagu ini pernah menjadi lima besar dalam lomba Paduan Suara Tk Nasional, di Jakarta 1995), Kesume Gayo, Semah Sujud, Macik, Reriyep, Tawar Sedenge, Payung Kertas, Jejari, mars dan hymne Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon dan lagu/mars untuk seluruh fakultas di lingkungan UGP.

Sangat sedikit referensi tentang beliau, biografi ini termasuk yang lengkap.

Kemampuan Moese tersebut dimungkinkan karena selain menguasai benar melodi Gayo, ia juga menguasai musik klasik. Pendidikan musik modern ini diperolehnya dari Sekolah Musik di Yogyakarta, pada periode tahun 1958-1961 dan dari jurusan Seni Musik IKIP Rawamangun Jakarta, pada periode tahun 1982-1986, serta ditunjang pula pengalaman Moese saat bergabung dengan kelompok orkestra pimpinan Idris Sardi pada awal tahun 70-an yang pada zaman itu acap tampil di TVRI mengiringi penyanyi-penyanyi Indonesia.

Postingan ini bisa menjadi inspirasi bagi seniman musik atau paling tidak untuk wawasan musik.

Belum ada Komentar untuk "Not Angka Lagu Tawar Sadenge"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel