Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Arti Lagu Tokecang

Arti Lagu Tokecang ( Makna Lagu Tokecang ) atau terjemahan lagu Tokecang yang dibahas pada halaman ini. Namun sebelumnya saya akan bahas sedikit terkait lagu ini.

Lagu Tokecang, seringkali salah dalam penulisan liriknya. Dalam website/blog yang saya baca lirik awalnya begini :

"Tokecang, tokecang bala gendir tosblong

Angeun kacang, angeun kacang sapariuk kosong."

Ketika saya lihat sebuah buku lagu daerah ternyata memang tertulis seperti di atas. Masalahnya mungkin buku tersebut salah cetak, kemudian ditiru oleh website/blog. Perlu anda tahu ketika saya beli buku lagu, lirik dalam buku itu banyak yang salah cetak namun tetap diedarkan. Hingga saat ini buku yang saya maksud masih saya miliki, belum saya buang.

Lihat kalimat awalnya “Tokecang, tokecang bala gendir tosblong”

Kalimat itu kacau balau sehingga tidak bisa diartikan. Dalam kamus Bahasa Sunda kata “bala gendir” jika dipisah, bala = kotor atau banyak sampah. Gendir = semacam pemukul atau pukulan.

Jika kedua kata itu disambung menjadi “balagendir” artinya anak kutu yang baru menetas.

Lirik awal lagu Tokecang yang sering dinyanyikan waktu lalu seperti di bawah ini.


Judul lagu : Tokecang

Pencipta : Anonim

Lagu Daerah : Jawa Barat



Tokecang


Tokecang, Tokecang maling kendil tosblong

Angeun kacang, angeun kacang sapariuk kosong

Aya listrik di masigit, meuni caang katinggalna

Aya istri jangkung alit, karangan dina pipina


Tokecang, Tokecang mencuri kendil bolong

Sayur kacang, sayur kacang satu periuk kosong.

Ada listrik ( lampu ) di mesjid, sangat terang kelihatannya.

Ada wanita tinggi kecil, ada tahi lalat di pipinya.


Lagu Tokecang adalah lagu seperti pantun yang memiliki kesamaan bunyi pada akhir kalimat. Jenis lagu seperti ini banyak ditemui pada lagu daerah jaman dahulu.

Lagu ini bisa berubah-ubah liriknya, maksudnya kita boleh merubah liriknya namun lirik utamanya jangan dihilangkan. Yang dimaksud lirik utamanya adalah “Tokecang, Tokecang maling kendil tosblong. Angeun kacang, angeun kacang sapariuk kosong”.


Lagu di atas jika diartikan secara bebas seperti berikut :

Tokecang adalah nama pencuri, dia mencuri kendil sampai bolong. Kendil itu berisi sayur kacang. Mungkin ketika mencuri kendil, kemudian kendilnya membentur benda keras sehingga kendil menjadi bolong. Sayur kacang yang didalam kendil menjadi tumpah sehingga kendil = periuk menjadi kosong. Itulah cerita dari lirik utamanya. Kemudian lirik keduanya bisa anda lihat sendiri.

Selain di atas “tokecang” berarti sebuah permainan anak-anak. Permainan anak-anak jaman dulu, dimana anak-anak berpegangan tangan berhadapan kemudian berbalik menjadi berbelakangan.

Jika anda ingin mendengar melodi lagu Tokecang dan melihat not angka lagu tersebut, silakan buka postingan yang berjudul Not Angka Lagu Tokecang.

Semoga anda menyukai lagu ini.