Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah chords / akor

Latar belakang chords / akor adalah notasi. Pada awalnya notasi ditemukan oleh Paus Agung Gregori sekitar abad 6. Saat itu notasi masih sederhana dalam paranada, kemudian sekitar abad 10 disempurnakan dan jadilah notasi balok.

Notasi itu yang menjadi dasar pembuatan akor. Sayangnya sampai saat ini penemu atau pembuat akor tidak terpublikasi atau mungkin tidak diketahui. Konon akor sudah dikenal pada abad pertengahan (the medieval era). Namun menurut sumber yang lain bahwa akor dikenal / diketahui pada abad 18, pada saat itu akor dibuat dengan 3 not. Oleh sebab itu disebut Triad Chords dan yang termasuk dalam triad chords adalah

Major triad dengan notasi 1, 3, 5 ( C, E, G )

Minor triad dengan notasi 1, b3, 5 ( C, Eb, G )

Augmented triad dengan notasi 1, 3, #5 ( C, E, G# )

Diminished triad dengan notasi 1, b3, b5 ( C, Eb, Gb )

Jadi hanya ada 4 akor yang menjadi akor awal. Pada gilirannya 4 akor ini berkembang dan masing-masing memiliki turunan atau varian.

Pada zaman Barok (Baroque ) chords lebih berkembang, saat itu diperkenalkan chords dominant seventh (akor 7). Selanjutnya Chords terus berkembang, puncaknya pada abad 20, akor menjadi banyak sekali, bahkan jumlahnya tidak diketahui secara pasti. Hingga kini jumlah akor masih menjadi tanda tanya.

Baca juga untuk referensi : Chord Dasar / Akor Dasar.

Semoga bermanfaat.


NB :

Chords atau akor adalah gabungan beberapa not yang membentuk nada tertentu.