Power Chord
Dalam teori musik, kita terbiasa dengan struktur triad yang terdiri dari tiga nada. Namun, terdapat satu jenis chord unik yang hanya memiliki dua nada, yaitu Power Chord. Dalam praktiknya, jika menggunakan nada dasar C, chord ini umumnya ditulis sebagai C5. Bentuk inilah yang dikenal luas sebagai power chord standar.
Power chord standar bersifat netral karena tidak memiliki nada ke-3. Artinya chord itu tidak memiliki karakter major, minor, maupun suspended.
Prinsip dasarnya adalah menonjolkan interval kwint (1–5). Interval ini menghasilkan suara yang sangat kuat (powerful) meskipun hanya menggunakan dua nada. Inilah alasan mengapa struktur 1–5 menjadi elemen krusial dalam genre musik rock, metal, punk, dan turunannya.
Secara teori, bentuk dua nada dalam konteks power chord ini dapat dibagi menjadi tiga kemungkinan (menggunakan contoh nada dasar C):
1. C5 notasi C, G (1–5), chord netral
2. C3 notasi C, E (1–3), bernuansa major
3. Cb3 notasi C, Eb (1–b3), bernuansa minor
Redefenisi Penamaan
Dalam praktik umum, power chord hampir selalu ditulis sebagai C5, D5, E5, dan seterusnya. Namun, penamaan C5 berpotensi membingungkan bagi pemula. Alasannya, dalam struktur chord seperti C6 atau C7, nada ke-3 (E) biasanya tetap hadir sebagai penentu sifat major. Saat melihat simbol C5, sering kali muncul anggapan bahwa chord tersebut merupakan bagian dari chord major, padahal power chord justru tidak memiliki nada ke-3 sama sekali.
Oleh karena itu, secara logika, penamaan power chord akan lebih presisi jika ditulis secara khusus untuk membedakan karakternya, sebagai berikut:
C5 (C–G) disebut Cpower5 atau Cp5
C3 (C–E) disebut Cpower3 atau Cp3
Cb3 (C–Eb) disebut Cpowerb3 atau Cpb3
Dengan model penamaan ini, karakteristik spesifik dari tiap jenis power chord dapat dipahami secara langsung sebelum diaplikasikan pada alat musik gitar.
Aplikasinya pada alat musik gitar seperti di bawah ini:
Cpower5 = Cp5, notasi C, G (1–5)
Pada umumnya, power chord sudah cukup memadai jika dimainkan dengan dua nada saja. Namun, sering kali digunakan formasi tiga jari C, G, C (menambah satu nada oktaf) untuk memberikan stabilitas lebih saat strumming. Hal ini meminimalkan risiko kesalahan bunyi saat pick menyentuh senar lain di bawahnya.
Cpower3 = Cp3, notasi C, E (1– 3)
Bentuk ini tergolong jarang digunakan dibandingkan C5 (standar). Cp3 tersusun dari nada C dan E, interval 3 memberikan ciri khas nuansa major yang kuat meskipun hanya terdiri dari dua nada.
Cpowerb3 = Cpb3, notasi C, Eb (1– b3)
Sama halnya dengan Cp3, bentuk ini juga jarang digunakan secara umum. Dengan susunan nada C dan Eb, interval b3 memberikan karakter minor yang cukup kental.
Catatan:
Bisakah power chord diberi ekstensi (seperti 7, 9, 11) atau nada tambahan? Jawabannya adalah tidak. Jika sebuah power chord diberi nada tambahan, maka jumlah nadanya tidak lagi dua, sehingga secara definisi ia berubah menjadi jenis chord lain.
Jika anda ingin mengerti atau memahami semua chord, anda bisa membeli e-book yang saya buat. Pesan melalui formulir kontak.
Judulnya “Panduan Logis Menguasai Semua Chord Gitar.” Dalam buku itu dibahas:
Asal-usul chord
Chord bagi pemula
Logika chord kompleks
Chord layak dan yang tidak layak
Cara memahami chord
Cara membuat chord baru
Aturan penulisan chord modern
Dan ada beberapa poin lagi.
Bagi anda yang belum tahu e-book, ini hanya sekedar informasi saja.
E-book adalah versi digital dari buku cetak konvensional, dapat dibaca melalui perangkat elektronik, di antaranya: ponsel dan laptop.
Reader adalah perangkat lunak untuk membaca e-book. Perangkat lunak ini / aplikasi ini bisa diunduh di Google Play Store.
Jadi harus mengunduh reader-nya terlebih dahulu. Setelah itu buka e-book pakai reader.


